Minggu, 16 Januari 2011

Dari Kong Hu Cu menjadi Katolik- Sebuah Kesaksian

Mau ikut sedikit sharing. Ini bukan tentang saya, tapi alm. Ibu saya yang convert dr kepercayaan kon hu cu ke katolik.

Sewaktu masih remaja di jaman pjajahan jepang, ibu saya, paman n bibi saya (ber tiga) mereka merindukan punya satu agama. Mulailah mereka 'hunting'. Dari protestan, pantekosta, sampe katolik.

Mereka berkesimpulan, katolik adalah aganma yg paling cocok dgn mereka. Tapi ibu saya keburu ketemu dng alm atah saya yg bukan katolik. Krn nikah dng ayah saya, ibu saya urung masuk katolik. Ikut kepercayaan ayah saya yg kong hucu. Sedangkan paman n bibi saya tetap katolik sampai akhir hayat mereka.

Krn ayah saya cukup akyif di vihara (saya pernah diajak juga ke vihara), ibu saya jg aktif disitu n melupakan tentang katolik.

Sewaktu ibu saya mengandung alm kakak saya yg kedua, beliau bermimpi berdoa kepada Bunda Maria. Padahal setelah menikah, ibu saya tidak pnah doa secara katolik. Dlam mimpinya, Bunda Maria menghampiri ibu saya dan memegang kepala ibu saya. Ternyata saat melahorkan kakak saya, ibu mengalami kesulitan yg hampir merengut jiwanya. Maklum, saat itu, ibu saya melahirkan dibantu bidan, bukan dokter. Akhirnya ibu selamat. Ibu saya berkeyakinan Bunda Maria turut menolong ibu. Ibu minta ijin belajar katolik, tapi tak diijinkan ayah saya.

Sampai ayah saya berusia 57 tahun saat beliau mengalami strook pertama. Beliau didoakan oleh suster SND yang biaranya dekat rumah kami. Ayah juga kaul, jika ayah sembuh maka beliau akan jadi katolik. Ternyata ayah sembuh sama sekali tanpa meninggalkan cacat apapun. Memenuhi janji, ayah minta belajar katolik di susteran SND. Ibu juga minta belajar. Jadilah mereka berdua menjaddi katakumen. Mendekati hari h mereka dibaptis, ayah mendadak berubah pikiran. Beliau tidak mau dibaptis n mengundurkan diri.

Kali ini ibu saya tidak mau mengikuti ayah saya. Ibu tetap minta dibabtis. Beliau merasa bahwa katolik lah panggilan jiwanya. beliau merasa banyak tanda yg menunjukkan beliau dipanggil. Dari pilihannya saat mencari2 agama, mimpinya Bunda Maria memberkatinya, terakhir kesempatan menjadi katakumen. Beliau dibaptis pada usia 52 thn.

Setelah dibaptis, ibu saya benar2 menikmati menjadi katolik. Beliau menjadi devosan setia kepada Binda Maria, aktif di lingkungan (sebelum sakit). Setiap hari beliau doa rosario sampai sekitar 1,5 thn sblm meninggal saat usia 79 thn.

Jadi dari 'panggilan pertama' sbg katolik sampai benar-benar dibaptis, ibu mbutuhkan waktu sekitar 26 tahun. Ada pertentangan antara panggilan jiwa dan kepatuhan istri terhadap suami. Syukur ibu saya dapat memenuhi panggilan jiwanya


Mmharja@gmail.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar